Friday , November 30 2018
Home / Headline News / Nama Madinah Iman Wisata (MIW) Travel Dicatut

Nama Madinah Iman Wisata (MIW) Travel Dicatut

miw dicatut
KOSONG: Rumah Fuad Muktar di Jalan Flamboyan 17 No 4 Kelurahan Kebun Kenanga telah ditingalkan oleh Fuad.

BENGKULU – Indikasi penipuan dan membawa kabur uang calon jamaah umroh senilai Rp 1 miliar oleh Fuad Muktar semakin terkuak. Informasi terbaru ternyata Fuad telah mencatut nama PT. Madinah Iman Wisata (MIW). Diketahui Fuad bukanlah Bos atau Direktur PT MIW di Bengkulu. “Saya tidak sama sekali kenal (Fuad,red),” kata Direktur Utama PT MIW, Didik Ariyanto kepada RB, Minggu (25/2) malam.

Didik mengatakan tidak pernah membuka cabang MIW travel di Bengkulu. Sampai kemarin, cabang PT MIW baru berdiri di Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Aceh, Palu dan Batam. “Rencananya mau surati Kemenag  untuk mengklarifikasi tidak pernah membuka cabang di Bengkulu,” kata Didik yang mengambil alih PT MIW tahun 2016 lalu.

Tak hanya itu. Dia juga berencana segera melaporkan persoalan tersebut ke aparat penegak hukum. Menurutnya PT MIW selama ini tidak pernah menerima uang tunai dari calon jamaah umroh. Melainkan melalui rekening resmi PT MIW. “Kecurigaan pemalsuan, pencatutan nama perusahaan,” tambahnya.

Seperti diketahui 45 calon jamaah umroh sudah menyetorkan uang dan gagal berangkat, Sabtu (24/2). Informasi terbaru Fuad sudah kabur meninggalkan Bengkulu sejak dua minggu lalu. Rumah kontrakannya yang berada di Jalan Flamboyan 17 No 4 RT. 17 Kelurahan Kebun Kenanga telah kosong. Ibu Fuad Muktar, Ilmia (58) yang rumahnya tidak jauh dari kontrakan Fuad Muktar mengatakan tidak tahu keberadaan anaknya itu.

‘’Sudah satu minggu ini Fuad tidak pulang ke rumahnya. Kalau saya belum begitu tahu karena baru tiga hari berada di Bengkulu, baru pulang dari Jakarta,’’ jelas Ilmia.

Ilmia mengaku kaget saat mendengar kabar Fuad tersebut. Bahkan saat beberapa calon jamaah pernah datang menemuinya menayakan keberadaan Fuad. Kepada mereka ia  juga tidak bisa menjawab karena sejak satu minggu lalu nomor Fuad sudah tidak bisa dihubungi.

‘’Waktu saya masih di Jakarta pernah telepon Fuad masih aktif nomornya. Tapi tidak diangkat. Kalau sekarang saya coba telepon, nomornya sudah tidak aktif lagi,’’ kata ibu Fuad.

Diduga Fuad sudah merencanakan kabur dan membawa lari uang Rp 1 miliar milik calon jamaah. Dari keterangan tetangga Fuad, pernah melihat Fuad mengangkut semua barang yang ada di rumahnya dengan dibantu sopirnya. ‘’Saya lupa malamnya, tapi dalam minggu kemarin. Saya lihat dia mengangkut barang-barang menggunakan mobilnya yang dibantu oleh sopirnya,’’ ujar tetangga Fuad yang enggan disebutkan namanya, kepada RB kemarin.

Pantauan RB, sejak kisruh batalnya pemberangkatan 45 calon jamaah umroh Madinah Travel, Sabtu (24/2), hingga kemarin (25/2) ruko bermerek Madinah Iman Wisata yang beralamat di Jalan Jati Kelurahan Sawah Lebar persisnya di depan Hotel Santika tampak tutup. Sementara itu, para calon jamaah yang mencoba mencari kejelasan tentang nasib mereka mendatangi rumah orang tua Fuad. Salah satu jamaah, Heri Purwanto mengatakan sangat menyayangkan tindakan Fuad yang telah menelantarkan calon jamaah dan lari membawa uang jamaah  Rp 1 miliar lebih.

‘’Kalau sekarang saya hanya menuntut uang saya kembali dan Fuad bersama rekan-rekannya diproses hukum,’’ tukas Heri, saat dikonfirmasi kemarin.

Kapolres Bengkulu AKBP Ady Savart,S.Ik melalui Pelaksana harian (Plh) Kasat Reskrim, AKP Yusiadi, S.Ik mengatakan saat ini timnya sedang memeriksa saksi-saksi yang terkait dugaan penipuan tersebut. ‘’Untuk penetapan tersangka belum bisa kita lakukan, saat ini kita masih memeriksa saksi-saksi yang terkait penipuan ini,’’ ucap Yusiadi, kepada RB melalui handphone.

Sementara Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu, Dr.H.Mukhlisuddin,SH,MA menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada dalam memilih travel atau biro perjalanan umroh.

‘’Saya juga sangat prihatin dengan nasib 45 calon jamaah ini. Oleh karena saya himbau kepaa seluruh masyarakat, khususnya Kota Bengkulu agar lebih selectif dalam memilih biro perjalanan umroh. Jangan tertarik dengan harga murah dan berbagai promo yang ditawarkan unutk menghindari penipuan seperti ini,’’ sampai Mukhlisuddin.

Belum Berizin

Terpisah, Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Drs.Bustassar MS,M.Pd melalui Kasubag Humas dan Informasi, H.Rolly Gunawan, mengatakan Madinah Travel belum memiliki izin Penyelenggra Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) sebagai biro perjalanan haji dan umrah di Bengkulu.

‘’Pengurus PT. Madinah travel baru secara lisan datang ke Bidang Haji Kanwil Kemenag untuk mengurus pengesahan cabang di Bengkulu atau dengan kata lain mereka datang membawa beberapa persyaratan. Namun setelah kita teliti, syarat yang dibawa itu adalah hanya surat pemberitahuan untuk membuka cabang di Bengkulu. Oleh karenanya tidak dapat kita proses karena ada beberapa persyaratannya yang masih kurang. Sehingga berkasnya kita kembalikan agar dilengkapi dan sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari mereka,’’ tukas Rolly.(cw1)

Sumberhttp://harianrakyatbengkulu.com/ver3/2018/02/26/nama-miw-travel-dicatut